Rabu, 29 Februari 2012

NUANSA DI SEGARA

NUANSA DI SEGARA

Hampir 2 minggu pulang kampung dan menikmati kerinduan pada desa Margasari, dengan teramat  sangat berat harus kembali untuk bekerja dengan meninggalkan keharubiruan. Di tengah perjalanan saya sempat mengabadikan sunset di   segara Jawa.













Sunset di segara




















Pagi menguak segara

Rabu, 22 Februari 2012

GOTONG ROYONG ALA MASYARAKAT MARGASARI

GOTONG ROYONG ALA MASYARAKAT MARGASARI

Di saat kita mengkhawatirkan akan hilangnya budaya gotong royong yang memang sudah sangat jarang ditemukan apalagi di perkotaan. Sifat individualis semakin menonjol. Orang-orang hanya berpacu dengan kepentingannya saja tidak lagi peduli dengan tetangganya.
  
Tapi kita yakin, bahwa masih banyak daerah-daerah yang memegang budaya gotong royong dengan teguh. Salah satunya di daerah Margasari Kecamatan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Setiap acara pengantenan/ mantu di daerah selalu dilaksanakan dengan gotong royong yang sangat kental. Untuk menyiapkan sajian yang akan dihidangkan ditangani oleh ibu-ibu dan gadis remaja yang bersama-sama mengolah rempah-rempah sampai menjadi sajian. Para bapak dan remaja putra membantu menyiapkan kayu bakar, membersihkan ikan, mencari humbut rumbia (bagian empuk dari pohon sagu untuk dijadikan sayur), membuat dekorasi sampai mendirikan maupun merobohkan tenda yang terbuat dari kayu galam untuk tempat undangan. Semua itu dilakukan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. 

Margasari memang unik. Semoga budaya seperti tetap lestari walaupun akulturasi budaya lain mulai deras menyambangi. 
                                          Gambar kegiatan gotong royong pengantenan di Margasari. 

Senin, 30 Januari 2012

PULANG KAMPUNG

PULANG KAMPUNG

Karena sudah lama tidak pulang kampung, maka rencana dalam waktu dekat akan pulang. Rencana sih naik kapal laut. Tanggal 20 Januari 2012 ku hubungi kantor Pelni untuk mengetahui jadwal keberangkatan KM Egon yang biasa melayani jalur Semarang - Banjarmasin. Jadwal KM Egon tanggal 29 Januari 2012. Aku persiapan segala sesuatunya untuk kepulangan nanti. Tanggal 27 januari 2012 kembali kuhubungi Pelni untuk memastikan keberangkatan. Ternyata, jadwal keberangkatan di tunda tanpa ada kepastian kapan akan berangkat. Penyebabnya karena angin sedang bertiup kencang yang menyebabkan ombak laut mencapai ketinggian 3 - 4 meter. Pihak BMG tidak mengizinkan pelayaran selama ombak masih besar. Angin yang bertiup sangat kencang ini disebabkan badai matahari yang terjadi pada awal tahun ini.

Memang benar, beberapa hari belakangan ini di daerah Demak tempat saya tinggal angin bertiup sangat kencang. Banyak genteng rumah dan bangunan lainnya berterbangan. Bahkan di beberapa tempat, padi yang siap panen rusak karena ditepa derasnya angin.

Aku berinisiatif pulang lewat udara. Malam tanggal 28 Januari 2012, aku menelepon teman yang bekerja di KM Egon. Dia mengabarkan kalau KM Egon jadi berangkat tanggal 29 Januari 2012 karena angin sudah reda. Besok hari, aku diantar oleh Mas Pri (saudara) menuju Tanjung Mas Semarang. Benar, KM Egon sudah stand by berangkat. Aku langsung naik ke kapal dan mencari tempat.

Pukul 13.00 Wib KM Egon membelah laut Jawa menuju Banjarmasin. Begitu meninggalkan Tanjung Mas, ombak mulai menendang dan memukul badan kapal. Hampir semua penumpang berdo'a untuk di beri keselamatan dan dilindungi oleh Allah SWT. Banyak yang manuk laut. Aku berusaha menghalau mabuk dengan minum Antangin cair dan minum teh panas. Kemudian berbaring. Alhamdulillah, aku terlepas dari mabuk laut.

Perjalanan KM Egon memang agak lambat karena digoda oleh ombak, sehingga perjalanan ke Banjarmasin ditempuh selama 27 jam. Hari Senin Tanggal 30 Januari 2012 pukul 17.00 Wit akhirnya KM Egon menyandarkan badan di Pelabuhan Tri Sakti Banjarmasin. Alhamdulillah, akhirnya Allah mengizinkanku kembali untuk memijak bumi Lambungmangkurat.

Sampai di pelabuhan aku dijemput oleh sahabat terbaik, Rasidi. Terima kasih sahabtku, perjalanan ini jadi ringan. Semoga Allah memberikan kemudahan kepadamu di sepanjang hidupmu, amin.
Aku sampai Margasri pukul 23.45 Wit.